Senin, 23 Maret 2015

Gemintang Petang

 Cerpen Tri Hartati

Langit membias dari sekumpulan bintang terang. Mayapada temaram membungkam dalam malam yang semakin mengelam. Suara mendesir dari angin yang menari membelai pucuk dedaunan. Gemericik air turun dari pancuran membelah sunyi yang mengilukan hati. Suara-suara makhluk malam dari lubang perlindungan hanya

Senin, 16 Maret 2015

Antalogi Puisi "Sepi yang Menjadi Kisah" karya Tri Hartati


Sepi yang Menjadi Kisah
Oleh Tri Hartati

Aku melihatnya, rumah beratap jelaga hitam
Pekat, seperti sejarah yang panjang
Pagi menjadi lukisan berbunga
Sesegar bola mata yang memandang alam antah berantah
Ada sepi yang menemani embun berpeluk
Nyata, tiang-tiang yang kokoh berbahasa, inilah usia
Waktu takkan terenggut oleh nyawa yang menahannya
Semuanya tunduk, menyapa dengan cerita yang takkan terhapus
Sedang siluet senja, semakin jingga
Membuat ranting-ranting pohon berumur menyibak derita
Dulu, dulu sekali
Ada sepasang kekasih bermuram durja


Ucapan Tri

Pertama kali saya menulis puisi ketika duduk dibangku Sekolah Dasar. Namun menulis secara serius saya lakukan ketika duduk dibangku Sekolah Menengah Atas. Ternyata menulis sudah menjadi bagian hidup saya, maka

Senin, 09 Maret 2015

Ceritera dari Negeri Remah-remah Roti



Cerpen Vivi Al-Hinduan

Und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein
Hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan dimenangkan.
( Friedrich Schiller 1723-96)

Aku bebas berkelana ke segenap pelosok negeri di bumi ini. Seperti udara, aku berhembus. Laksana burung, aku mengepak. Suatu ketika, Embun membisiku untuk pergi ke sebuah negeri tanpa malam. Negeri yang lahir dari nyanyian lara dan sastra yang menggigil. “Dahulu, negeri itu pernah punya malam yang panjang,” bisik Embun kepadaku, “tapi malam hanya menghadirkan kelam. Kelam yang dalam dan panjang, sedalam jeritan anak-anak perempuan yang dipaksa menyerahkan keperawanan mereka kepada ayah-ayah kandung mereka sendiri. Itu terjadi hampir setiap malam di seluruh penjuru negeri itu. Hingga akhirnya, demi memoles kembali citranya yang telah rusak di mata rakyat, pejabat tertinggi di negeri itu mengusir malam dari negeri mereka untuk selamanya.”
*****
Di negeri tanpa malam itu, siang terasa begitu gersang. Segersang suara penyanyi dangdut yang baru saja usai menyanyi di hadapan penonton. Lalu terdengar seorang pria berperut buncit sedang berorasi di tengah panggung. Beberapa orang berjubel di bawah panggung. Sebagian pemuda terlihat setengah mabuk, mungkin habis menenggak bir usai suguhan musik dangdut dengan iringan penari yang

Sabtu, 21 Februari 2015

Valentine dan Generasi “Korting”
Vivi Al-Hinduan
Disadari atau tidak, budaya memperingati Valentine’s Day  mulai merasuk ke Indonesia dan “hampir” menjadi tradisi tahunan bagi setiap pasangan, khususnya anak muda. Kita bisa lihat setiap menjelang tanggal 14 Februari pernak-pernik valentine mulai bertebaran dimana-mana. Cokelat, permen dan segala sesuatu pernak-pernik berwarna merah muda menghiasi pusat perbelanjaan di kota-kota besar. Namun banyak orang yang merayakan hari valentine tanpa tahu asal muasal hari kasih sayang yang sudah mengglobal ini.

Sejarah Hari Valentine

Sejarah Hari Valentine sendiri masih menjadi misteri sampai sekarang ini. Versi yang paling populer adalah versi pada masa pemerintahan raja Claudius II pada abad ketiga di Roma, Italia. Valentine merupakan nama seorang imam Khatolik yang

Rindu Semusim Lalu
Cerpen Vivi Al Hinduan
Selalu saja ada yang tertinggal saat kita pindah. Kenangan. Dan kenangan itu tertinggal di Kalimati, semusim yang lalu….
Kalimati, tiga bulan yang lalu
“Rindu, habis ini kita rehat sebentar di Kalimati, ya?”
“Kalimati?”
“Iya. Itu nama pos terdekat dari sini. Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 meter dari permukaan laut. Kita bisa mendirikan tenda untuk beristirahat. Kalimati  berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara. Di sana banyak ranting untuk membuat api unggun.”
Aku berusaha menyerap semua informasi itu sambil menahan gigil.
“Sebenarnya ada satu pos lagi, Arcopodo. Jaraknya satu jam dari Kalimati.” Fajar menambahkan.
“Kenapa nggak istirahat di Arcopodo aja sekalian?”
Mata itu menatapku tajam sebelum ia menjawab singkat, “Karena saya tahu kamu nggak bakal sanggup lagi buat jalan kaki ke sana.”
Kami berjalan dalam

Senin, 16 Februari 2015

Tips Traveling dengan Biaya Murah

Oleh: Vivi Al Hinduan

Tips Traveling Dengan Biaya Murah
Traveling ke suatu tempat-terutama luar negeri-memang sangat menyenangkan, apalagi jika kita hanya mengeluarkan biaya yang murah. Namun, tidak setiap saat kita beruntung mendapatkan tiket pesawat dan biaya penginapan yang murah meriah. Di musim-musim tertentu, harga tiket peawat dan biaya hotel melambung tinggi.
Beberapa tips berikut barangkali agak ekstrim, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba

1. Pergi ke Daerah/ Negara yang Baru Saja Mendapat Label Travel Warning

Ini kisah nyata seorang perempuan warga Malaysia yang sudah lama ingin ke Bali. Ia menabung untuk membiayai tiket pesawat dan harga hotel yang mahal di sana, demi merasakan ‘surga’ para wisatawan itu. Setelah  kejadian Bom Bali pertama 2002 silam, Bali mendapat label ‘travel warning’ dari beberapa negara, terutama Australia. Banyak warga Australia yang tewas akibat insiden bom Bali I itu.

Saat itu, jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis karena Bali dianggap tidak aman. Otomatis, maskapai penerbangan dan hotel di Bali berlomba menurunkan tarif untuk menarik wisatawan asing. Beberapa maskapai dan hotel memberi diskon 50%. Saat itulah, ia berlibur ke Bali. Di sana, ia benar-benar dilayani seperti seorang ratu. Ia benar-benar merasakan ‘surga’ di Bali.

2. Pergi ke Negara/ Daerah Konflik

Apa yang terlintas di benak Anda ketika

Minggu, 21 September 2014

CERPEN : Gubuk Tua

Oleh: Ryu Sang Penyair Qalbu

Bau anyir amis campur wangian lagi malam ini. Tercium kunyahan sirih Uwan semerbak bak penagantin bermadikan 7 bunga 7 telaga. Baru pukul 21.30, jalanan Gg sudah sepi dan berkabut. Ai, gadis manis berambut panjang, seperti biasa pulang kerja dan kuliah malam. Lelah seharian tak pengaruhi niat hendak lewat jalan tikus yang pintas. Becek dan belum disemen. Kiri kanan rampuk lebat. Kadang gesekan dedaun dan ranting patah. Kadang pula gumam cekikikan dari tupai dan musang. Agaknya binatang berburu malam, sehingga bangkai-bangkai menyengati hidung.
Banyak rumor beredar dari mulut ke telinga. Jalan setapak itu