Minggu, 12 September 2010

Menipu Diri

Dalam rinai hujan yang turun begitu syahdu

Adakah air itu tahu apa yang hati tengah resahkan saat ini

Bimbang ingin mencurahkan, namun semua buta semua bisu, tak mau tahu

Bagai pohon bunga melati yang harum putih semerbak diriku dulu,

Kini kian layu dan sebentar lagi kan mati

Kalau bukan karena matahari yang Tuhan ciptakan,

pohon itu tak mampu sekuat ini, walau perlahan melati jatuh dan gugur lagi,

Namun Tuhan menjanjikan berbunga lagi

Tapi lelah tetap menguasaiku,,

Setelahnya hati merasa tak merasa berfungsi dalam raga

Rasa tak bekerja dalam akal

Dan semuanya gelap,

Hanya bisa menangis,

Lelah, semakin lelah dan tertidur.

Saat ayah tahu,

Ia tak pernah bosan mengatakan itu padaku

Semua yang terasa begitu menguatkanku, tapi mudah kulupakan

Dan kuharap aku tak gila

Aku baik-baik saja.

Katanya,,,jangan pernah menangisi penderitaanmu! Karena ia takkan pernah pergi sebelum kau mati.

Menangis hanya akan membuatmu lelah sendiri

Katanya...Jangan pernah merasa bangga, karena kekalahan sedang menunggu setelahnya. Bangga hanya akan membuatmu angkuh dan gila saat kau jatuh

Katanya,,,semangatlah yang harus selalu ada dalam hidupmu! Dan kau akan dapati dirimu bahagia

Dalam hidup, memang selalu ada hal yang pernah tidak kita mengerti

Bahkan sama sekali,,

Dan semua itu memang catatan Tuhan

Tak mungin kita bisa menghapusnya

Pandai,,,,dalam puisi aku merasa pandai

Biar tulisan ini mengerti, aku sedang menipu diri


_Siti Fathimah_ Staff Humas FLP Kalbar

Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1431H
Taqabalallahu minna waminku. Shiyaman washiyamakum.
Minal aidin walfaidzin. Mohon maaf atas segala kesalahan kami, selaku keluarga besar FLP, terimakasih telah turut serta memberikan kontribusi di bidang tulis menulis bersama FLP Kalbar.
Semoga kita semua bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya. amin...
Tetap Semangat!!!!
Dengan Pena, Mari Genggam DUNIA!!!

Sabtu, 04 September 2010

ibu

IBU

ibu

Hari ini ku awali dengan menebar senyum

Berusaha, belajar,

dan membangun impianku .....

Ibu..

Sungguh hati ini

selalu melebur jika mengingatmu

air mataku selalu menemukan jalan

untuk mengalir

Hingga akhirnya aku lelah dan,

rinduku membeku

Ku ingin mendengar suaramu

Melihat senyummu dan,

Merasakan hangatnya pelukmu

oh,,, Bunda,,

ku merindukanmu..

ketika wajahmu

tak lagi mampu kulihat dalam dekat dan,

ragamu tak bisa ku sentuh hanya

satu untukmu kukecupkan doa untukmu...

by nurma